This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label ADAPTIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADAPTIF. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

Belajar Matematika SMK Bagi Kelas XII

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang di UN-kan. Perlu diketahui juga matematika disamping mapel UN, matematika juga merupakan mata pelajaran induk dari semua mapel yang ada. Apabila siswa dalam pelajaran matematika bugas, dalam pelajaran lainnya juga kebanyakan bagus. Hal inilah yang menjadi kunci pokok sebagai siswa dapat dikatakan pintar apabila dalam konteks menguasai mata pelajaran sain khususnya matematika yang mengandalkan pada perhitungan.
Pembelajaran matematika SMK sangat perlu diterapkan dalam kejuruan. Pasalnya materi matematika sangat berhubungan dengan konteks ilmu kejuruan. Sebagai contoh dalam program keahlian teknik otomotif, disitu terdapat perhitungan dalam pengukuran komponen-komponen mesin. Kemudian contoh lain pada program ekahlian keuangan akuntansi, disitu terdapat perhitungan tentang istilah piutang, laba, rugi, dan lain sebagainya. Memang matematika sangat kontekstual dalam penerapan kehidupan sehari-hari terutama dalam aplikasi kejuruan pada SMK.

Dari segi proses pembelajaran matematika di SMK, perlu diketahui bahwa pengaplikasian matematika justru sangat penting agar siswa dapat memaknai arti pentingnya matematika dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, khusus bagi siswa kelas XII SMK harus dapat menguasai konsep matematika dalam kejuruan. Pasalnya konsep matematika SMK dari segi kognitif siswa sangat diperhatikan, apalagi dalam menghadapi UN yang hanya mengandalkan ranah kognitif (pengetahuan).
Pembelajaran matematika SMK harus mempunyai kekhususan bagi kelas XII, artinya perlu ada perhatian khusus untuk kelas XII dalam mempersiapkan diri dalam mengahadapi UN. Walaupun matematika dijadikan sebagai momok menakutkan, siswa kelas XII harus dapat menanggulanginya dengan mempersiapkan diri secara matang agar dapat memperoleh hasil belajar yang maksimal. Untuk itu, bagi siswa SMK kelas XII pentingnya mempersiapkan diri menjelang UN dalam mata pelajaran matematika sangat diperlukan yaitu berbagai cara yang perlu diterapkan, seperti lebih serius dalam mempelajari materi matematika, memperbanyak latihan soal-soal UN yang ada, serta perlunya memahami konsep matematika dalam kejuruan.
Oleh karena itu, antara pemahaman konsep matematika dengan aplikasi matematika sangat diperlukan agar siswa SMK lebih semangat dalam mempelajari matematika. Kemudian juga perlu diketahui bahwa dalam mempersiapkan diri dalam menghadapi UN, siswa kelas XII harus dapat berinovasi berbagai cara dalam memahami materi matematika agar dapat mencapai hasil UN yang maksimal. Jadi, disamping pentingnya menghadapi UN sebagai penilaian aspek kognitif juga perlu adanya penilaian aspek afektif dari segi sikap siswa serta juga psikomotor dalam proses penerapan matematika dalam kejuruan.

Senin, 30 September 2013

materi hidrokarbon

HIDROKARBON

 

Dalam bidang kimia, hidrokarbon adalah sebuah senyawa yang terdiri dari unsur atom karbon (C) dan atom hidrogen (H). Seluruh hidrokarbon memiliki rantai karbon dan atom-atom hidrogen yang berikatan dengan rantai tersebut. Istilah tersebut digunakan juga sebagai pengertian dari hidrokarbon alifatik.
Sebagai contoh, metana (gas rawa) adalah hidrokarbon dengan satu atom karbon dan empat atom hidrogen: CH4. Etana adalah hidrokarbon (lebih terperinci, sebuah alkana) yang terdiri dari dua atom karbon bersatu dengan sebuah ikatan tunggal, masing-masing mengikat tiga atom karbon: C2H6. Propana memiliki tiga atom C (C3H8) dan seterusnya (CnH2·n+2)

Klasifikasi Hidrokarbon

Klasifikasi hidrokarbon yang dikelompokkan oleh tatanama organik adalah:
  1. Hidrokarbon jenuh/tersaturasi (alkana) adalah hidrokarbon yang paling sederhana. Hidrokarbon ini seluruhnya terdiri dari ikatan tunggal dan terikat dengan hidrogen. Rumus umum untuk hidrokarbon tersaturasi adalah CnH2n+2.Hidrokarbon jenuh merupakan komposisi utama pada bahan bakar fosil dan ditemukan dalam bentuk rantai lurus maupun bercabang. Hidrokarbon dengan rumus molekul sama tapi rumus strukturnya berbeda dinamakan isomer struktur.
  2. Hidrokarbon tak jenuh/tak tersaturasi adalah hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih ikatan rangkap, baik rangkap dua maupun rangkap tiga. Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua disebut dengan alkena, dengan rumus umum CnH2n.Hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap tiga disebut alkuna, dengan rumus umum CnH2n-2.
  3. Sikloalkana adalah hidrokarbon yang mengandung satu atau lebih cincin karbon. Rumus umum untuk hidrokarbon jenuh dengan 1 cincin adalah CnH2n.
  4. Hidrokarbon aromatik, juga dikenal dengan arena, adalah hidrokarbon yang paling tidak mempunyai satu cincin aromatik.
Hidrokarbon dapat berbentuk gas (contohnya metana dan propana), cairan (contohnya heksana dan benzena), lilin atau padatan dengan titik didih rendah (contohnya paraffin wax dan naftalena) atau polimer (contohnya polietilena, polipropilena dan polistirena).

Ciri-ciri umum

Karena struktur molekulnya berbeda, maka rumus empiris antara hidrokarbon pun juga berbeda: jumlah hidrokarbon yang diikat pada alkena dan alkuna pasti lebih sedikit karena atom karbonnya berikatan rangkap.
Kemampuan hidrokarbon untuk berikatan dengan dirinya sendiri disebut dengan katenasi, dan menyebabkan hidrokarbon bisa membentuk senyawa-senyawa yang lebih kompleks, seperti sikloheksana atau arena seperti benzena. Kemampuan ini didapat karena karakteristik ikatan diantara atom karbon bersifat non-polar.
Sesuai dengan teori ikatan valensi, atom karbon harus memenuhi aturan “4-hidrogen” yang menyatakan jumlah atom maksimum yang dapat berikatan dengan karbon, karena karbon mempunyai 4 elektron valensi. Dilihat dari elektron valensi ini, maka karbon mempunyai 4 elektron yang bisa membentuk ikatan kovalen atau ikatan dativ.
Hidrokarbon bersifat hidrofobik dan termasuk dalam lipid.
Beberapa hidrokarbon tersedia melimpah di tata surya. Danau berisi metana dan etana cair telah ditemukan pada Titan, satelit alam terbesar Saturnus, seperti dinyatakan oleh Misi Cassini-Huygens.

Hidrokarbon sederhana dan variasinya

Jumlah atom
karbon
Alkana(1 ikatan) Alkena(2 ikatan) Alkuna (3 ikatan) Sikloalkana Alkadiena
1 Metana Metena Metuna
2 Etana Etena (etilena) Etuna (asetilena)
3 Propana Propena (propilena) Propuna (metilasetilena) Siklopropana Propadiena (alena)
4 Butana Butena (butilena) Butuna Siklobutana Butadiena
5 Pentana Pentena Pentuna Siklopentana Pentadiena (piperylene)
6 Heksana Heksena Heksuna Sikloheksana Heksadiena
7 Heptana Heptena Heptuna Sikloheptana Heptadiena
8 Oktana Oktena Oktuna Siklooktana Oktadiena
9 Nonana Nonena Nonuna Siklononana Nonadiena
10 Dekana Dekena Dekuna Siklodekana Dekadiena

Penggunaan

Hidrokarbon adalah salah satu sumber energi paling penting di bumi. Penggunaan yang utama adalah sebagai sumber bahan bakar. Dalam bentuk padat, hidrokarbon adalah salah satu komposisi pembentuk aspal.[6]
Hidrokarbon dulu juga pernah digunakan untuk pembuatan klorofluorokarbon, zat yang digunakan sebagai propelan pada semprotan nyamuk. Saat ini klorofluorokarbon tidak lagi digunakan karena memiliki efek buruk terhadap lapisan ozon.
Metana dan etana berbentuk gas dalam suhu ruangan dan tidak mudah dicairkan dengan tekanan begitu saja. Propana lebih mudah untuk dicairkan, dan biasanya dijual di tabung-tabung dalam bentuk cair. Butana sangat mudah dicairkan, sehingga lebih aman dan sering digunakan untuk pemantik rokok. Pentana berbentuk cairan bening pada suhu ruangan, biasanya digunakan di industri sebagai pelarut wax dan gemuk. Heksana biasanya juga digunakan sebagai pelarut kimia dan termasuk dalam komposisi bensin.
Heksana, heptana, oktana, nonana, dekana, termasuk dengan alkena dan beberapa sikloalkana merupakan komponen penting pada bensin, nafta, bahan bakar jet, dan pelarut industri. Dengan bertambahnya atom karbon, maka hidrokarbon yang berbentuk linear akan memiliki sifat viskositas dan titik didih lebih tinggi, dengan warna lebih gelap.

ALKANA

Alkana (juga disebut dengan parafin) adalah senyawa kimia hidrokarbon jenuh asiklis. Alkana termasuk senyawa alifatik. Dengan kata lain, alkana adalah sebuah rantai karbon panjang dengan ikatan-ikatan tunggal. Rumus umum untuk alkana adalah CnH2n+2. Alkana yang paling sederhana adalah metana dengan rumus CH4. Tidak ada batasan berapa karbon yang dapat terikat bersama. Beberapa jenis minyak dan wax adalah contoh alkana dengan atom jumlah atom karbon yang besar, bisa lebih dari 10 atom karbon.
Setiap atom karbon mempunyai 4 ikatan (baik ikatan C-H atau ikatan C-C), dan setiap atom hidrogen mesti berikatan dengan atom karbon (ikatan H-C). Sebuah kumpulan dari atom karbon yang terangkai disebut juga dengan rumus kerangka. Secara umum, jumlah atom karbon digunakan untuk mengukur berapa besar ukuran alkana tersebut (contohnya: C2-alkana).
Gugus alkil, biasanya disingkat dengan simbol R, adalah gugus fungsional, yang seperti alkana, terdiri dari ikatan karbon tunggal dan atom hidrogen, contohnya adalah metil atau gugus etil.

Klasifikasi struktur

Hidorkarbon tersaturasi dapat berupa:
  • lurus (rumus umum CnH2n + 2), kerangka karbon membentuk rantai lurus tanpa ada cabang
  • bercabang (rumus umum CnH2n + 2, n > 3), kerangka karbon utamanya mempunyai cabang-cabang
  • siklik (rumus umum CnH2n, n > 2), ujung-ujung kerangka karbonnya bertemu sehingga membentuk suatu siklus.
Menurut definisi dari IUPAC, 2 golongan pertama di atas dinamakan alkana, sedangkan golongan yang ketiga disebut dengan sikloalkana.Hidrokarbon tersaturasi juga dapat membentuk gabungan ketiga macam rantai diatas, misalnya linear dengan siklik membentuk polisiklik. Senyawa seperti ini masih disebut dengan alkana (walaupun tidak mempunyai rumus umum), sepanjang tetap berupa asiklik (tidak seperti siklus).

Keisomeran

C4-alkana dan -sikloalkana yang berbeda-beda (kiri ke kanan): n-butana dan isobutana adalah 2 isomer C4H10; siklobutana dan metilsiklopropana adalah 2 isomer C4H8.
Bisiklo[1.1.0]butana (C4H6) tidak mempunyai isomer; tetrahedrana (tidak terlihat) (C4H4) juga tidak mempunyai isomer.
Alkana dengan 3 atom karbon atau lebih dapat disusun dengan banyak macam cara, membentuk isomer struktur yang berbeda-beda. Sebuah isomer, sebagai sebuah bagian, mirip dengan anagram kimia, tapi berbeda dengan anagram, isomer dapat berisi jumlah komponen dan atom yang berbeda-beda, sehingga sebuah senyawa kimia dapat disusun berbeda-beda strukturnya membentuk kombinasi dan permutasi yang beraneka ragam. Isomer paling sederhana dari sebuah alkana adalah ketika atom karbonnya terpasang pada rantai tunggal tanpa ada cabang. Isomer ini disebut dengan n-isomer (n untuk “normal”, penulisannya kadang-kadang tidak dibutuhkan). Meskipun begitu, rantai karbon dapat juga bercabang di banyak letak. Kemungkinan jumlah isomer akan meningkat tajam ketika jumlah atom karbonnya semakin besar.Contohnya:

Tata nama

Tata nama IUPAC untuk alkana didasarkan dari identifikasi rantai hidrokarbon. Rantai hidrokarbon tersaturasi, tidak bercabang maka dinamai sistematis dengan akhiran “-ana”.

Rantai karbon lurus

Alkana rantai karbon lurus biasanya dikenalo dengan awalan n- (singkatan dari normal) ketika tidak ada isomer. Meskipun tidak diwajibkan, tapi penamaan ini penting karena alkana rantai lurus dan rantai bercabang memiliki sifat yang berbeda. Misalnya n-heksana atau 2- atau 3-metilpentana.
Anggota dari rantai lurus ini adalah:
  • Metana, CH4 – 1 karbon dan 4 hidrogen
  • Etana, C2H6 – 2 karbon dan 6 hidrogen
  • Propana, C3H8 – 3 karbon dan 8 hidrogen
  • Butana, C4H10 – 4 karbon dan 10 hidrogen
  • pentana, C5H12 – 5 karbon dan 12 hidrogen
  • heksana, C6H14 – 6 carbon dan 14 hidrogen
Mulai dengan jumlah karbon mulai dari lima diberi nama dengan imbuhan jumlah yang ditentukan IUPAC diakhiri dengan -ana. Contohnya antara lain adalah pentana, heksana, heptana, dan oktana.

Rantai karbon bercabang

Model dari isopentana (nama umum) atau 2-metilbutana (nama sistematik IUPAC)
Untuk memberi nama alkana dengan rantai bercabang digunakan langkah-langkah berikut:
  • Cari rantai atom karbon terpanjang
  • Beri nomor pada rantai tersebut, dimulai dari ujung yang terdekat dengan cabang
  • Beri nama pada cabang-cabangnya
Nama alkana dimulai dengan nomor letak cabang, nama cabang, dan nama rantai utama. Contohnya adalah 2,2,4-trimetilpentana yang disebut juga isooktana. Rantai terpanjangnya adalah pentana, dengan tiga buah cabang metil (trimetil) pada karbon nomor 2, 2, dan 4.
Perbedaan tatanama untuk 3 isomer C5H12
Nama umum/trivial n-pentana isopentana neopentana
Nama IUPAC pentana 2-metilbutana 2,2-dimetilpentana
Struktur Pentane-2D-Skeletal.svg Isopentane-2D-skeletal.png Neopentane-2D-skeletal.png

Alkana siklik

Sikloalkana adalah hidrokarbon yang seperti alkana, tapi rantai karbonnya membentuk cincin.
Sikloalkana sederhana mempunyai awalan “siklo-” untuk membendakannya dari alkana. Penamaan sikloalkana dilihat dari berapa banyak atom karbon yang dikandungnya, misalnya siklopentana (C5H10) adalah sikloalkana dengan 5 atom karbon seperti pentana(C5H12), hanya saja pada siklopentana kelima atom karbonnya membentuk cincin. Hal yang sama berlaku untuk propana dan siklopropana, butana dan siklobutana, dll.
Sikloalkana substitusi dinamai mirip dengan alkana substitusi – cincin sikloalkananya tetap ada, dan substituennya dinamai sesuai dengan posisi mereka pada cincin tersebut, pemberian nomornya mengikuti aturan Cahn-Ingold-Prelog.[3]

Nama-nama trivial

Nama trivial (non-IUPAC) dari alkana adalah “parafin.” Nama trivial dari senyawa-senyawa ini biasanya diambil dari artefak-artefak sejarah. Nama trivial digunakan sebelum ada nama sistematik, dan sampai saat ini masih digunakan karena penggunaannya familier di industri.
Dapat hampir dipastikan kalau nama parafin diambil dari industri petrokimia. Alkana rantai bercabang disebut isoparafin. Penggunaan kata “paraffin” untuk sebutan secara umum dan seringkali tidak membedakan antara senyawa murni dan campuran isomer dengan rumus kimia yang sama.
Beberapa nama ini dipertahankan oleh IUPAC

Ciri-ciri fisik

Tabel alkana

Alkana Rumus Titik didih [°C] Titik lebur [°C] Massa jenis [g·cm3] (20°C)
Metana CH4 -162 -183 gas
Etana C2H6 -89 -172 gas
Propana C3H8 -42 -188 gas
Butana C4H10 0 -138 gas
Pentana C5H12 36 -130 0.626 (cairan)
Heksana C6H14 69 -95 0.659 (cairan)
Heptana C7H16 98 -91 0.684 (cairan)
Oktana C8H18 126 -57 0.703 (cairan)
Nonana C9H20 151 -54 0.718 (cairan)
Dekana C10H22 174 -30 0.730 (cairan)
Undekana C11H24 196 -26 0.740 (cairan)
Dodekana C12H26 216 -10 0.749 (cairan)
Ikosana C20H42 343 37 padat
Triakontana C30H62 450 66 padat
Tetrakontana C40H82 525 82 padat
Pentakontana C50H102 575 91 padat
Heksakontana C60H122 625 100 padat

ALKENA

Alkena atau olefin dalam kimia organik adalah hidrokarbon tak jenuh dengan sebuah ikatan rangkap dua antara atom karbon. Alkena asiklik yang paling sederhana, yang membentuk satu ikatan rangkap dan tidak berikatan dengan gugus fungsional manapun, maka akan membentuk suatu kelompok hidrokarbon dengan rumus umum CnH2n.
Alkena yang paling sederhana adalah etena atau etilena (C2H4) Senyawa aromatik seringkali juga digambarkan seperti alkena siklik, tapi struktur dan ciri-ciri mereka berbeda sehingga tidak dianggap sebagai alkena

Tatanama IUPAC

Untuk mengikuti tatanama IUPAC, maka seluruh alkena memiliki nama yang diakhiri -ena. Pada dasarnya, nama alkena diambil dari nama alkana dengan menggantikan akhiran -ana dengan -ena. C2H6 adalah alkana bernama etana sehingga C2H4 diberi nama etena.
Pada alkena yang memiliki kemungkinan ikatan rangkap di beberapa tempat, digunakan penomoran dimulai dari ujung yang terdekat dengan ikatan tersebut sehingga atom karbon pada ikatan rangkap bernomor sekecil mungkin untuk membedakan isomernya. Contohnya adalah 1-heksena dan 2-heksena. Penamaan cabang sama dengan alkana.
Pada alkena yang lebih tinggi, dimana terdapat isomer yang letaknya berbeda dengan letak ikatan rangkap, maka sistem penomoran berikut ini dipakai:
  1. Penomoran rantai karbon terpanjang dilihat dari ujung yang terdekat dengan ikatan rangkap, sehingga atom karbon pada ikatan rangkap tersebut mempunyai nomor sekecil mungkin.
  2. Ketahui letak ikatan rangkap dengan letak karbon rangkap pertamanya.
  3. Penamaan rantai alkena itu mirip dengan alkana.
  4. Beri nomor pada atom karbon, ketahui letak lokasi dan nama gugusnya, ketahui letak ikatan rangkap, lalu terakhir namai rantai utamanya.
Berbagai contoh penamaan isomer 1-heksena. Gambar kiri: 1-heksena, gambar tengah: 4-metil-1-heksena, gambar kanan: 4-etil-2-metil-1-heksena.

Notasi Cis-Trans

Dalam sebuah kasus khusus pada alkena dimana 2 atom karbon mempunyai 2 gugus yang sejenis, maka notasi cis-trans dapat dipakai. Jika gugus sejenis terletak pada tempat yang sama dari ikatan rangkap, maka disebut sebagai (cis-). Jika gugus sejenis terletak berseberangan, maka disebut sebagai (trans-).
Perbedaan antara isomer cis- dan trans-. Kiri: cis-2-butena, kanan: trans-2-butena.

ALKUNA

Alkuna adalah hidrokarbon tak jenuh yang memiliki ikatan rangkap tiga. Secara umum, rumus kimianya CnH2n-2. Salah satunya adalah etuna yang disebut juga sebagai asetilen dalam perdagangan atau sebagai pengelasan.
 

Tata Nama

Semua anggota alkuna berakhiran -una dan menurut IUPAC.

Rantai karbon lurus

Untuk alkuna rantai lurus, dinamakan sesuai dengan alkana dengan jumlah atom karbon yang sama, namun diakhiri dengan -una. Berikut adalah alkuna dengan jumlah atom karbon 2-10 disebut:

Rantai karbon bercabang

Untuk memberikan nama alkuna dengan rantai bercabang sama mirip dengan alkana rantai bercabang. Namun “rantai utama” pada proses penamaan haruslah melalui ikatan rangkap 3, dan prioritas penomoran dimulai dari ujung yang terdekat ke ikatan rangkap 3.

Minggu, 01 September 2013

Lesson Two

 Lesson Two
Have - Present and Past Tense
Present Tense
Past Tense
I have
We have
I had
We had
You have
You have
You had
You had
He has

He had

She has
They have
She had
They had
It has

It had

Examples:
 
I have a garden in my backyard. (present tense)
I had a garden in my backyard last year, too. (past tense)
flowers
You have some schoolwork to do.
You also had some work to do yesterday.
student
He has a beehive full of bees.
He had a beehive when he was a child.
Do you have any interest in bees?
beekeeper and bees
She has a fear of spiders.
Do you have a fear of anything?
spider
They have fun playing in the water.
They had a good time in this pool last week, too.
children in pool


Questions
Present Tense
Past Tense
Do I have...
Do we have...
Did I have...
Did we have...
Do you have...
Do you have...
Did you have...
Did you have...
Does he have...

Did he have...

Does she have...
Do they have...
Did she have...
Did they have...
Does it have...

Did it have...



Negatives
Present Tense - Negative
do / does + not + main verb
Past Tense - Negative
did + not + main verb
I don't have
We don't have
I didn't have
We didn't have
You don't have
You don't have
You didn't have
You didn't have
He doesn't have

He didn't have

She doesn't have
They don't have
She didn't have
They didn't have
It doesn't

It didn't have


It's important to understand in the examples above that the main verb is in the simple form. You can make any verb negative in the present and past tense with this method--but not the verb "be."
Below are examples of how to make the present and past tense negative with verbs other than "have."

simple
past
have
had
eat
ate
see
saw
be
was / were
Today I don't have any work to do. (present tense)
Yesterday I didn't have any work to do. (past tense)
I usually don't eat a big breakfast. (present tense)
Yesterday I didn't eat a big breakfast. (past tense)
I don't see movies very often. (present tense)
I didn't see that movie yet. (past tense)
 

The verb "have" is also used as an auxiliary verb (or you can call it a "helping verb") when making the present perfect tense.
To make the present perfect:
has or have + the past participle
You will learn more about this in Lesson Three.
He has finished his beer.
There isn't any beer left in the glass.

beer

Sabtu, 31 Agustus 2013

CERITA PENDEK

The Eicker Husband
Once upon a time, there was an ugly girl. She was short and dumpy, had one leg a bit shorter than the other, and her eyebrows met in the middle. The ugly girl gutted fish for a living, so her hands smelt funny and her dress was covered in scales. She had no mother or brother, no father, sister, or any friends. She lived in a ramshackle house on the outskirts of the village, and she never complained.

One by one, the village girls married the local lads, and up the path to the church they'd prance, smiling all the way. At the weddings, the ugly girl always stood at the back of the church, smelling slightly of brine. The village women gossiped about the ugly girl. They wondered what she did with the money she earnt. The ugly girl never bought a new frock, never made repairs to the house, and never drank in the village tavern.

Now, it so happened that outside the village, in a great damp swamp, lived an old basket-maker who was famed for the quality of his work. One day the old basket-maker heard a knock on his door. When he opened it, the ugly girl stood there. In her hand, she held six gold coins.

'I want you to make me a husband,' she said.
'Come back in a month,' he replied.

Well, the old basket-maker was greatly moved that the ugly girl had entrusted him with such an important task. He resolved to make her the best husband he could. He made the wicker husband broad of shoulder and long of leg, and all the other things women like. He made him strong of arm and elegant of neck, and his brows were wide and well-spaced. His hair was a fine dark brown, his eyes a greenish hazel.
When the day came, the ugly girl knocked on the basket-maker's door.

'He says today is too soon. He will be in the church tomorrow, at ten,' said the basket-maker. The ugly girl went away, and spent the day scraping scales from her dress.

Jumat, 30 Agustus 2013

Materi pembelajaran Bhs.inggris

  1. Satisfaction, Dissatisfaction ( kepuasan, ketidakpuasan)
Ketika kita akan mengungkapkan kepuasan atas kerja seseorang, kita dapat gunakan ungkapan:
  • Well done!
  • Great! Good work
  • I am satisfied with your work
  • You did well
  • Your job is satisfactory
  • I am so happy about this
  • I’m glad to what you’ve done
  • It’s really satisfying
Katika kita akan mengungkapkan ketidakpuasan atas kerja seseorang, kita dapat gunakan:
  • I’m not satisfied with work
  • You haven’t done well enough
  • I am really dissappointed
  • Sorry, but your work is not satisfactory
  • Oh, no!
  • It’s not very nice
  • It’s really not good enough
  1. Asking & Giving Opinion (meminta & memberi pendapat)
Asking Opinion Giving opinion
How was the trip?  How do you like your new house?
How do you think of Rina’s idea?
How do you feel about this dicition?
What is your opinions of the movie?
What are your feelings about it?
I think (that)….  In my opinion….
As I see, …
If you ask me, I feel…
10.  Agreement/approval, Disagreement/disapproval (setuju, tidak setuju)
Ketika kita merasa sependapat dengan opini orang lain, kita bisa mengatakan:
  • So do I
  • Yes, I agree with you
  • It is certainly
  • Exactly
  • That’s what I want to say
  • I am with you
  • I am on your side
Ketika kita merasa tidak sependapat dengan opini orang lain, kita bisa mengatakan:
  • Well, I don’t think so
  • I don’t think that is true
  • I disagree with …
  • I wouldn’t say that
  • Exactly not
  • I can’t say so
  • On contrary
  • I don’t buy that idea
11.  Fear, Anciety (ungkapan ketakutan, kegelisahan)
Fear Respon
I am afraid  I am feared
I am scared
I am terrified
The sound is horrifying
Don’t be afraid  There is nothing to be afraid of
It is nothing
Anciety Respon
I am worried about…  I am anxious to know about…
I wondered if…
That made me worried
I have been thinking about ….
I am afraid if…
Take is easy  Calm down
I know you are worried but…
It is not a big deal
Don’t worry
Stay cool
12.  Pain, Relief (ungkapan kesakitan, kelegaan)
Pain Relief
Ouch!  That was hurt
It is painful
It hurts me
I’ve got a backache/toothache/stomachache
I feel sore all over
My eyes hurt
I’m very relieved to hear…  Finally, it was over
I feel relieved
I feel much better
I’m glad it’s over
That’s a great relief
I’m extremely glad to hear…
Thank goodness for that
Marvellous
What a relief!
13.  Like/Love & Dislike/Hate (suka/cinta & tidak suka/benci)
Like Dislike
I love it  I like it
I am keen on it
I am crazy about it
We all enjoy
(benda/noun/gerund)…is my cup of tea
I don’t really like it  I dislike it
I am not really interested in…
I can’t enjoy…
(benda/noun/gerund)…is not my cup of tea
I can’t stand
I hate it
14.  Embarrassment & Annoyance (Ungkapan rasa malu, kejengkelan)
Embarrassment Annoyance
I am embarrassed  I feel ashamed
Oh my God
Shame on me
I don’t feel comfortable
I feel awkward
I am annoyed  I had enough with it
I can’t bear it any longer
You made me annoyed
You are such a pain in the neck
You made me sick
15.  Request (permintaan)
Request Acceptance Refusal
Would it be possible for                                                      you to  Would you be so kind as to
Would you…,please?
Would you mind …?
Any chance of…
Can you…?
I should be delighted to come  By all means
I have no objection
I’d be happy to
Sure
Yeah
OK
No problem
Mmm
I regret to say that we find ourselves unable to go  I’m afraid it’s not possible
I’m afraid not
Sorry
No, I won’t
Not likely
You must be joking
16.  Complaint, Blame (keluhan,menyalahkan)
Complaint Blame
I’m not at all satisfied with the service  I really do/must objec to the service
I take great exception to…
I want to complain about…
This is crazy!
You’re the one to blame  It’s your fault!
It’s your mistake!
You’re wrong
17.  Regret, Apology (penyesalan, meminta maaf)
Regret Apology
Much to my regret  Sadly, I ….
Unfortunately
I’m terribly sorry
I honestly regret that I …
Sorry, I …
Please accept my apologies for what I did  Please forgive me for what I did
I am extremely sorry
I really must apologies
May I offer you my sincerest apologies?
18.  Possibility & Impossibility (kemungkinan & ketidakmungkinan)
Menyatakan Kemungkinan Menanyakan Kemungkinan
I think there is possibility to …  I sassume/believe…
In all probability,…
it is going to be possible for me to…
that will probably …
it’s quite possible …
Do you think he/it could…?  Would you say we’re capable of…?
Are you capable of…?
Are you able to…?
Do you have any experience of…?
Can you…?
Do you know how to…?
Do you think you can…?

Materi KIMIA


Ikatan Kimia

IKATAN KIMIA
Ikatan kimia adalah ikatan yang terjadi antar atom atau antar molekul dengan cara sebagai berikut :
a).  atom yang 1 melepaskan elektron, sedangkan atom yang lain menerima elektron.
b). penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom
 Lambang Lewis
     Lambang Lewis adalah lambang atom yang dilengkapi dengan elektron valensinya.
  • Lambang Lewis gas mulia menunjukkan 8 elektron valensi (4 pasang).
  • Lambang Lewis unsur dari golongan lain menunjukkan adanya elektron tunggal (belum berpasangan).

Macam Ikatan Kimia

Dikenal ada beberapa macam ikatan kimia yaitu:
  1. Ikatan ion / ikatan elektrovalen / ikatan heteropolar
  2. Ikatan kovalen / ikatan atom / ikatan homopolar
  3. Ikatan kovalen koordinasi / ikatan semipolar
  4. Ikatan logam
  5. Ikatan Hidrogen
  6. Ikatan (Gaya) Van Der Waals
1. Ikatan Ion
Sifat umum senyawa ionik :
  • Titik didih dan titik lelehnya tinggi.
  • Keras, tetapi mudah patah.
  • Penghantar panas yang baik.
  • Lelehan maupun larutannya dapat menghantarkan listrik (elektrolit).
  • Larut dalam air.
  • Tidak larut dalam pelarut/senyawa organik (misal : alkohol, eter, benzena).
Ikatan ion biasanya terjadi antara atom-atom yang mudah melepaskan elektron (logam-logam golongan utama) dengan atom-atom yang mudah menerima elektron (terutama golongan VIA den VIIA). Makin besar perbedaan elektronegativitas antara atom-atom yang membentuk ikatan, maka ikatan yang terbentuk makin bersifat ionik.
Contoh:
Ikatan antara  dengan Na Konfigurasi elektronnya := 2, 8, 1 dengan Cl dengan konfigurasinya = 2, 8, 7
  • Atom Na melepaskan 1 elektron valensinya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia.
  • Atom Cl menerima 1 elektron pada kulit terluarnya sehingga konfigurasi elektronnya sama dengan gas mulia
  • Antara ion Na+ dengan  terjadi gaya tarik-menarik elektrostatis sehingga terbentuk senyawa ion NaCl.
2. Ikatan Kovalen
  • Ikatan kovalen merupakan ikatan kimia yang terbentuk dari pemakaian elektron bersama oleh atom-atom pembentuk ikatan. Ikatan kovalen biasanya terbentuk dari unsur-unsur non logam. Dalam ikatan kovalen, setiap elektron dalam pasangan tertarik ke dalam nukleus kedua atom. Tarik menarik elektron inilah yang menyebabkan kedua atom terikat bersama.
  • Ikatan kovalen terjadi akibat ketidakmampuan salah 1 atom yang akan berikatan untuk melepaskan elektron(terjadi pada atom-atom non logam).
  • Ikatan kovalen terbentuk dari atom-atom unsur yang memiliki afinitas elektron tinggi serta beda keelektronegatifannya lebih kecil dibandingkan ikatan ion.
  • Atom non logam cenderung untuk menerima elektron sehingga jika tiap-tiap atom non logam berikatan maka ikatan yang terbentuk dapat dilakukan dengan cara mempersekutukan elektronnya dan akhirnya terbentuk pasangan elektron yang dipakai secara bersama.
  • Pembentukan ikatan kovalen dengan cara pemakaian bersama pasangan elektron tersebut harus sesuai dengan konfigurasi elektron pada unsur gas mulia yaitu 8 elektron (kecuali He berjumlah 2 elektron).
macam-macam ikatan kovalen:
- ikatan kovalen tunggal
- ikatan kovalen rangkap dua
- ikatan kovalen rangkap tiga
3. Ikatan kovalen koordinasi
Ikatan kovalen koordinasi merupakan  ikatan yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang berasal dari salah 1 atom yang berikatan [Pasangan Elektron Bebas (PEB)], sedangkan atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama. Pasangan elektron ikatan (PEI) yang menyatakan ikatan dativ digambarkan dengan tanda anak panah kecil yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan elektron.
Contoh : Terbentuknya senyawa BF3-NH
 4. Ikatan logam
Ikatan logam Adalah ikatan yang terbentuk akibat adanya gaya tarik-menarik yang terjadi antara muatan positif dari ion-ion logam dengan muatan negatif dari elektron-elektron yang bebas bergerakPada ikatan kovalen, elektron-elektron ikatan seolah-olah menjadi milik sepasang atom, sehingga tidak dapat bergerak bebas. Pada logam, elektron-elektron yang menyebabkan terjadinya ikatan di antara atom-atom logam tidak hanya menjadi milik sepasang atom saja, tetapi menjadi milik semua atom logam, sehingga elektron-elektron dapat bergerak bebas. Karena itulah maka logam-logam dapat menghantarkan arus listrik.
5. Ikatan Hidrogen
Ikatan ini merupakan gaya tarik menarik antara atom H dengan atom lain yang mempunyai keelektronegatifan besar pada satu molekul dari senyawa yang sama.
Contoh:
- molekul H2O
- molekul HF
6. Ikatan VanderWalls
Gas mempunyal sifat bentuk dan volumenya dapat berubah sesuai tempatnya. Jarak antara molekul-molekul gas relatif jauh dan gaya tarik menariknya sangat lemah. Pada penurunan suhu, fasa gas dapat berubah menjadi fasa cair atau padat. Pada keadaan ini jarak antara molekul-molekulnya menjadi lebih dekat dan gaya tarik menariknya relatif lebih kuat. Gaya tarik menarik antara molekul-molekul yang berdekatan ini disebut gaya Van der walls.